PUISI NUSANTARA
Satu Puisi, Sejuta Inspirasi
Wadah bagi siswa, guru, dan warga sekolah untuk menulis puisi bertema Rukun dengan Teman — merayakan toleransi, empati, persahabatan, dan kebaikan. Karya terpilih menjadi bagian dari antologi puisi sekolah ber-ISBN.
Tidak perlu membeli buku untuk ikut menulis, mengirim karya, atau mengikuti kurasi.
Contoh puisi peserta
Kita berbeda dalam kata dan rupa, Namun tetap melangkah bersama-sama. Saling menolong saat susah dan senang, Membuat hari-hari terasa tenang.
Karya: Akbar · Siswa Kelas 4A SD Negeri Tunjungsekar 1 Malang
Menulis Bersama Menteri, Mengabadikan Suara Sekolah
PUISI NUSANTARA adalah bagian dari Workshop Literasi Nasional “Satu Puisi, Sejuta Inspirasi” yang diselenggarakan oleh Komunitas Yuk Menulis (KYM) bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI.
Penyelenggara
Komunitas Yuk Menulis (KYM) & Kemendikdasmen RI.
Narasumber: Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI.
Tema
Rukun dengan Teman
Toleransi, saling membantu, empati, kebaikan, persahabatan, menghargai perbedaan, anti-perundungan.
Toleransi
Saling membantu
Empati
Kebaikan
Persahabatan
Menghargai perbedaan
Anti-perundungan
Mengapa program ini berarti?
Bagi peserta didik
Menumbuhkan keberanian menulis tanpa takut salah, melatih berpikir kritis dan empati, serta mengabadikan nama sebagai penulis buku nasional sejak dini.
Bagi guru
Mengembangkan kompetensi kepenulisan, menjadi teladan literasi, dan memiliki karya antologi ber-ISBN sebagai portofolio.
Bagi kepala sekolah
Meninggalkan warisan kepemimpinan intelektual dan memperkuat branding sekolah aktif literasi.
Bagi sekolah
Memiliki buku antologi karya warga sekolah, meningkatkan reputasi, dan berpeluang meraih penghargaan Sekolah Aktif Literasi Nasional.
Panduan Menulis Puisi
Ikuti langkah sederhana ini agar karyamu siap dikirim dan dinilai secara adil.
- Pilih momen. Ingat pengalaman membantu, dimaafkan, atau bermain bersama teman.
- Tulis dengan jujur. Fokus pada pesan dan perasaan, bukan kerumitan bahasa.
- Tulis tangan. Tuangkan draft di kertas selama 1 jam pelajaran dengan pendampingan guru.
- Digitalkan. Ketik ulang atau pindai tulisan tangan; OCR hanya untuk mengubah gambar menjadi teks.
- Periksa ejaan. Koreksi teknis diperbolehkan tanpa mengubah makna karya.
- Pilih karya terbaik. Boleh ada beberapa puisi, tetapi hanya satu yang aktif dinilai.
Ketentuan naskah
| Kertas | A4 |
|---|---|
| Font | Times New Roman 12 pt |
| Margin | Atas 4 cm, kiri 3 cm, bawah 4 cm, kanan 3 cm |
| Struktur | Judul → Karya: nama penulis → nama sekolah → isi puisi |
| Nama | Nama asli, bukan nama pena |
| Orisinalitas | Karya sendiri, belum pernah diterbitkan, tanpa AI/internet |
| Jumlah baris | Umum 12–15, maks 20; siswa pemula min 8; guru 15–20 |
Perbedaan ketentuan jumlah baris guru akan dikonfirmasi penyelenggara. Aplikasi menampilkan aturan yang berlaku dan dapat disesuaikan admin.
Siapa yang dapat ikut?
Siswa
Menulis puisi orisinal sesuai panduan; satu puisi aktif dinilai.
Guru
Menulis puisi sendiri; dapat mendampingi murid.
Kepala sekolah
Menjadi teladan literasi di sekolah.
Staf sekolah
Jika diizinkan penyelenggara.
- Minimal 50 penulis berbeda per sekolah.
- Satu penulis hanya memiliki satu puisi aktif.
- Keikutsertaan gratis; pembelian buku tidak wajib.
- Persetujuan publikasi diperlukan; peserta di bawah umur memerlukan persetujuan orang tua/wali.
Enam langkah menuju antologi
Workshop
Pembekalan guru koordinator melalui grup WhatsApp.
Penulisan
Praktik menulis puisi di sekolah dengan pendampingan guru.
Kurasi
Pemeriksaan oleh guru editor dan kurator.
Pengiriman
Naskah dikirim dalam template resmi.
Penerbitan
Layout dan cetak profesional.
Festival
Puncak apresiasi nasional.
Jadwal pelaksanaan
Tanggal dapat berubah sesuai konfirmasi penyelenggara. Dashboard selalu menampilkan jadwal terbaru.
Setiap anak berhak berkarya.
Keikutsertaan menulis 100% gratis. Pembelian buku tidak wajib dan tidak memengaruhi kesempatan mengirim puisi, status kepenulisan, peluang kurasi, maupun penerbitan karya.
Status pembelian buku terpisah dari status kepenulisan. Pembayaran tidak memengaruhi hasil kurasi.
- Mengirim puisi tetap terbuka.
- Status penulis tidak berubah.
- Peluang kurasi tetap sama.
- Penerbitan tidak bergantung pembelian.
Paket Apresiasi (Opsional)
Bagi yang ingin mendukung program dan menerima paket apresiasi.
Masa pemesanan: 1–15 Desember 2026.
- Buku cetak antologi ber-ISBN
- Trofi/Piala Apresiasi Menulis Bersama Menteri
- Sertifikat Penulis Nasional
- Suvenir/Cinderamata Literasi
Sekolah dengan minimal 10 pemesanan buku berpeluang memperoleh vandel apresiasi resmi, sertifikat penghargaan untuk sekolah, kepala sekolah, guru koordinator, dan guru editor, serta undangan resmi Puncak Festival Literasi Nasional 2027.
Sekolah juga berkesempatan masuk nominasi Penghargaan Sekolah Aktif Literasi Nasional dan memperebutkan voucher pengembangan literasi serta Wisata Literasi Solo bagi 100 sekolah terbaik.
Pembelian buku sepenuhnya sukarela. Tidak ada kewajiban membeli, dan tidak ada pengurangan layanan bagi peserta yang tidak memesan. Detail pengiriman dan pembayaran mengikuti ketentuan penyelenggara.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah saya harus membeli buku untuk ikut menulis?
Tidak. Keikutsertaan menulis 100% gratis dan pembelian buku tidak wajib.
Apakah ada biaya pendaftaran?
Tidak ada biaya penulisan. Pembelian buku bersifat opsional.
Siapa yang boleh ikut?
Siswa, guru, kepala sekolah, dan staf sekolah jika diizinkan penyelenggara.
Berapa puisi yang boleh dibuat?
Boleh membuat beberapa puisi orisinal. Hanya satu puisi yang aktif untuk dinilai; mengirim puisi baru menggantikan puisi aktif sebelumnya.
Berapa jumlah baris puisi?
Umumnya 12–15 baris, maksimal 20 baris. Siswa SD pemula minimal 8 baris. Khusus guru, pedoman menyebut 15–20 baris dan sedang dikonfirmasi penyelenggara.
Apakah boleh memakai AI?
Tidak. Puisi harus ditulis sendiri, tanpa ChatGPT, Gemini, atau bantuan AI lainnya.
Apakah boleh mencari referensi di internet?
Tidak untuk menyusun puisi. Pemindaian/OCR hanya dipakai untuk digitalisasi tulisan tangan.
Apakah harus tulisan tangan?
Penulisan dilakukan manual dengan pendampingan guru. Hasil tulisan tangan boleh dipindai atau diketik ulang.
Apakah boleh memakai nama pena?
Tidak. Gunakan nama asli.
Apakah karya boleh yang sudah pernah diterbitkan?
Tidak. Karya harus belum pernah diterbitkan atau diikutsertakan dalam buku/event lain.
Apa yang saya dapat jika memesan buku?
Buku antologi ber-ISBN, trofi/piala apresiasi, sertifikat penulis nasional, dan suvenir/cinderamata literasi.
Apakah puisi saya tetap terbit jika tidak membeli buku?
Ya. Penerbitan tidak bergantung pada pembelian buku.
Bagaimana cara memantau status puisi?
Setelah masuk ke dashboard, penulis dapat melihat status karya dan catatan editor.
Ke mana saya bisa bertanya?
Melalui kontak penyelenggara di bagian bawah halaman.
Terhubung dengan Penyelenggara
Email: Belum tersedia
Satu puisi darimu bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Mulai dari pengalaman sederhana bersama teman. Tulis dengan jujur, kirim karya terbaikmu, dan menjadi bagian dari antologi puisi sekolah.
Gratis. Tidak wajib membeli buku.