Panduan Siswa · Edisi 2026

Menulis puisi,
langkah demi langkah.

Panduan bergambar untuk siswa. Mulai dari membuat akun, menulis draf, memindai tulisan tangan, sampai mengirim puisi untuk dinilai. Tema program: Rukun dengan Teman.

6 langkah ±10 menit 100% gratis

Persiapan

Sebelum mulai menulis

Tidak perlu pandai dulu. Yang penting kamu punya satu pengalaman yang ingin diceritakan.

1

Siapkan akun

Gunakan email aktif, nama asli, nama sekolah, dan kelasmu. Akun siswa dibuat lewat halaman Daftar.

2

Pilih satu momen

Ingat saat kamu dibantu, bermain bersama, meminta maaf, atau melihat teman yang berbeda pendapat.

3

Siapkan alat

Kertas dan pensil untuk draf. Kamera HP untuk memotret tulisan tangan. Laptop untuk mengetik, bila ada.

Ingat: keikutsertaan menulis gratis. Membeli buku tidak wajib dan tidak memengaruhi penilaian puisi.

Peta perjalanan

Enam langkah, satu puisi

Ikuti urutannya. Kamu bisa berhenti di tengah jalan dan melanjutkan draft kapan saja.

1DaftarBuat akun siswa
2MasukBuka dashboard
3TulisIsi judul & puisi
4SimpanPeriksa draft
5ScanFoto tulisan tangan
6KirimTunggu kurasi
1

Langkah pertama

Daftar dan aktifkan akun

  1. Buka halaman Daftar. Isi nama lengkap, email aktif, sekolah, dan pilih peran Siswa.
  2. Isi kelas dengan benar. Contoh: 4A atau 6B. Kelas wajib untuk siswa.
  3. Buat password. Minimal 8 karakter. Klik ikon mata di kanan kolom untuk memeriksa ejaan password.
  4. Centang persetujuan. Setujui ketentuan penggunaan dan kebijakan privasi, lalu klik Daftar.
  5. Buka email verifikasi. Klik tautan dari PUISI NUSANTARA. Bila tidak masuk, periksa folder spam atau kirim ulang tautan.
Tips: gunakan nama asli. Nama pena tidak dipakai, dan email dipakai untuk masuk serta menerima informasi program.
Ilustrasi formulir. Ikon mata membantumu memeriksa password sebelum mendaftar.
2

Langkah kedua

Masuk dan kenali dashboard

Dashboard siswa dengan kartu status dan tombol menulis puisi
Dashboard siswa. Status karyamu terlihat di kartu Puisi saya.

Setelah akun aktif, buka halaman Masuk dan isi email atau username serta password. Gunakan ikon mata bila ingin memastikan password tidak salah ketik.

Di dashboard, kamu akan melihat:

  • Tulis puisi — membuka editor untuk membuat karya baru.
  • Puisi saya — daftar karya beserta statusnya.
  • Pengumuman — informasi tenggat dan kegiatan dari sekolah.
Draft→Dikirim→Ditinjau→Disetujui

Simpan halaman ini. Kamu dapat kembali ke dashboard kapan saja lewat menu atas.

3

Langkah ketiga

Tulis puisi di editor

Klik Tulis puisi, lalu isi judul dan isi puisi. Tulis satu pikiran atau perasaan pada setiap baris. Tekan Enter untuk pindah baris.

  • Ketentuan umum: 12–20 baris, maksimal 20 baris.
  • Siswa SD pemula: minimal 8 baris.
  • Baris kosong tidak dihitung. Penghitung baris membantu kamu memeriksa panjang puisi.
Tips menulis: mulai dari satu gambar yang konkret — bangku kelas, payung, bekal, atau gerbang sekolah. Lalu ceritakan perasaanmu.
Jangan pakai AI. Puisi harus tulisanmu sendiri. Boleh minta guru membantu memperbaiki ejaan, tetapi ide dan kata-katamu tetap milikmu.
Editor puisi dengan kolom judul, isi puisi, dan penghitung baris
Editor puisi. Tulis judul di atas, lalu isi puisi di kotak besar.

Contoh puisi · 12 baris

Sahabat di Bangku Sebelah

Di bangku kayu tempat kita duduk,
tawa kecil tumbuh jadi cerita.
Kau berbagi bekal tanpa diminta,
aku belajar nama sebuah peduli.

Saat soalku sulit terbaca,
kau bisikkan jawaban dengan sabar.
Saat langkahmu mulai lelah,
aku temani pulang sampai gerbang.

Kita berbeda dalam banyak hal,
tetapi tidak dalam menjaga teman.
Rukun bukan hanya kata di dinding,
ia hidup dalam hal-hal kecil.

Contoh untuk belajar. Jangan disalin mentah-mentah — tulis pengalamanmu sendiri.

  1. 1
    Judul

    Singkat, memikat, dan menggambarkan isi puisi.

  2. 2
    Bait

    Kelompok baris. Contoh di samping memiliki tiga bait.

  3. 3
    Baris

    Satu baris berisi satu pikiran atau gambar. Jangan terlalu panjang.

  4. 4
    Pesan

    Perasaan atau pelajaran yang ingin kamu bagikan kepada pembaca.

4

Langkah keempat

Simpan draft

A

Klik Simpan draft

Simpan sebelum meninggalkan halaman. Draft bisa kamu buka dan ubah lagi kapan saja.

B

Periksa penghitung baris

Pastikan jumlah baris sudah sesuai. Baris kosong tidak dihitung, jadi rapikan baitmu.

C

Kenali aturan satu karya

Boleh ada beberapa draft, tetapi hanya satu puisi yang aktif untuk dinilai.

Draft belum dikirim. Setelah puisi selesai, kamu masih perlu memeriksa scan (bila ada) dan menekan tombol kirim pada langkah berikutnya.
5

Langkah kelima

Unggah scan dan ambil teks (OCR)

A

Siapkan foto yang jelas

Foto dari atas, terang, tidak miring, dan seluruh tulisan terlihat. Format JPG, PNG, WebP, atau PDF, maksimal 5 MB.

B

Unggah scan

Buka halaman karya, masuk ke bagian Scan tulisan tangan, pilih berkas, lalu klik Unggah scan.

C

Ambil teks

Klik Ambil teks, setujui pengiriman scan, lalu tunggu hasil OCR muncul di editor.

Area unggah scan tulisan tangan pada halaman karya
Area unggah scan. Berkas scan bersifat privat dan hanya dipakai untuk kebutuhan penilaian.

Ambil teks dari scan (OCR)

OCR mengubah gambar atau PDF tulisan tangan menjadi teks. OCR bukan AI penulis — ia hanya membantu memindahkan tulisanmu ke editor.

  1. Klik Ambil teks dan setujui pengiriman scan ke layanan OCR.
  2. Tunggu sampai hasil muncul di halaman editor.
  3. Bandingkan hasilnya dengan tulisan asli. Perbaiki huruf, ejaan, dan baris yang salah baca.
Kuota OCR: saat ini 1 kali per puisi. Bila kuota habis, kamu tetap bisa mengetik manual atau meminta admin menambah batas. Sisa kuota terlihat di halaman karya.
Periksa sebelum dipakai: hasil OCR sering salah membaca huruf yang mirip. Jangan langsung mengirim tanpa membaca ulang.
Hasil OCR pada halaman editor puisi dengan tombol gunakan teks
Hasil OCR muncul di editor. Klik Gunakan teks OCR di editor, lalu koreksi sebelum menyimpan.
6

Langkah keenam

Periksa, lalu kirim puisi

Checklist sebelum kirim

  • Judul sudah tepat dan tidak ada salah ketik.
  • Jumlah baris sesuai ketentuan.
  • Ejaan dan tanda baca sudah diperiksa.
  • Puisi ditulis sendiri, tanpa AI atau mengambil dari internet.
  • Hanya satu puisi yang akan aktif dinilai.
  • Scan tulisan tangan sudah diunggah, bila diwajibkan sekolah.

Buka halaman karya, centang empat pernyataan keaslian, lalu klik Kirim puisi. Status akan berubah menjadi Dikirim.

Setelah dikirim: karya masuk antrean kurasi dan tidak bisa langsung diedit. Jika editor meminta revisi, ikuti catatan yang muncul di halaman karya.
Kartu pengiriman puisi dengan empat pernyataan keaslian
Empat pernyataan wajib dicentang sebelum tombol Kirim puisi aktif.

Setelah dikirim

Arti status karyamu

1DraftMasih bisa kamu ubah.
2DikirimMasuk antrean admin.
3DitinjauSedang dibaca editor.
4Perlu revisiBaca catatan, lalu perbaiki.
5DisetujuiMasuk tahap penerbitan.
Halaman karya setelah dikirim dengan status Dikirim
Status Dikirim terlihat di halaman karya dan dashboard.

Tanya jawab

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah harus membeli buku untuk ikut?

Tidak. Menulis puisi gratis. Pembelian buku bersifat sukarela dan tidak memengaruhi penilaian.

Boleh membuat lebih dari satu puisi?

Boleh. Namun hanya satu puisi yang aktif untuk dinilai. Mengirim puisi baru akan menggantikan puisi aktif sebelumnya.

Apakah boleh memakai AI?

Tidak. Puisi harus kamu tulis sendiri. OCR hanya dipakai untuk mengubah foto tulisan tangan menjadi teks, bukan untuk membuat puisi.

Haruskah menulis tangan?

Penulisan dilakukan manual dengan pendampingan guru. Kamu boleh mengetik ulang di editor atau memindai tulisan tangan.

OCR bisa dipakai berapa kali?

Saat ini 1 kali per puisi. Batas dapat diatur admin. Bila habis, ketik manual atau minta bantuan admin.

Lupa password?

Buka halaman Lupa password, masukkan email, lalu ikuti tautan yang dikirim.

Siap mencoba?

Puisi pertamamu dimulai dari satu baris.

Ceritakan satu pengalaman sederhana. Periksa, simpan, lalu kirim. Tim sekolah dan editor akan membacanya.

Panduan Siswa · PUISI NUSANTARA · Edisi 2026

Ingin panduan lengkap untuk guru dan pengelola? Buka Buku Manual.